Dalam hidup dan kehidupan ini, menurut pandang saya pribadi masih ada sejumlah manusai yang belum memahami tujuan sebuah kehidupan yang ia jalani, adapun yang memahaminya namun tidak sesuai dengan perbuatan atau tingkah lakunya.
Dalam hal ini saya akan mempaparkan arti sebuah tujuan kehidupan secara mendasar. Para pembaca yang saya hormati, bahwasanya kehidupan di Dunia ini tidak selamanya siang dan tidak selamanya malam, tidak selamanya panas dan tidak pula selamanya hujan. Selalu saja terjadi secara sili berganti, dan terkadang kita tak sadari bahwasanya hal itu merupakan sebuah deskripsi atau sebuah gambaran sebuah kehidupan.
Yaitu ada yang miskin, dan ada yang kaya, bahkan ada yang dalam kehidupannya benar-benar tidak layak untuk dikatakan sebuah kehidupan dalam hidupnya. Nah dalam hal ini hanyalah sebuah permainan belaka dalam kehidupan, yang diprioritaskan itu ialah pengabdian kita kepada sang pencipa.
Arti dari kata mengabdi ini yaitu melaksanakan segala perintahnya dan menjahui segala larangannya. Nah mungkin secara tak sengaja munjul pertanyaan dalam benak kita bahwa apa sajakah perintah dan larangannya itu ? jawabannya sederhana saja yaitu dengan mempelajari kitab suci Al-Quran dan hadits. Dari kedua petunjuk suci inilah yang dapat menghantarkan kita kepada jalan yang benar di dalam mengabdi kepada Allah Ta`ala.
Dalam pengabdian kita ini adapun rezki yang paling mulia yang diberikan kita oleh Allah Ta`ala untuk kita yaitu surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, buah-buahan yang segar lagi lezat dagingnya, dan minuman yang menyejukkan, dan disana kita tidak mendengarkan perkataan yang sia-sia.
Adapun yang menjalani hidup ini dengan lalai dalam mengabdi kepada Allah Ta`ala, maka ia diberi ganjaran yang sangat menyakitkan yaitu neraka.
Para pembaca yang saya hormati, marilah kita mengintrospeksi diri kita masing-mising bahwa apakah selama ini telah menjalani hidup ini dengan mengabdi kepada-Nya ? jawabannya tergantung dari kepribadian kita masing-masing, adapun pesan saya yaitu sanyangi dari kita ini jangan sampai kita dimasukkan dilembah yang paling hina yaitu neraka oleh Allah Ta`ala, atas kelalaian pengabdian kita selama kita hidup di dunia ini.